Summary+ Pengantar Studi Organisasi

Nama : Rendy Satria Aji Permana

Nim : 225030101111004

Kelas : D

 UTS Mata Kuliah Pengantar Studi Organisasi

Summary+

 Dalam melaksanakan kegiatan diperlukan adanya kerja sama agar pekerjaan yang dilakukan menjadi lebih ringan dan hasilnya jauh lebih baik. Akan tetapi tidak semua kerja sama dapat menghasilkan sesuatu yang baik sesuai harapan. Apabila kerja sama yang dilakukan tidak profesional dan kurang disiplin, hasilnya akan buruk. Maka dari itu untuk meningkatkan kinerja dalam melakukan kegiatan, maka diperlukan adanya manajemen dan organisasi.

Organisasi adalah sistem yang terdiri dari pala aktivitas kerja sama yang dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh sekelompok orang dalam rangka pencapaian tujuan. (James D Mooney,1974) mengutarakan bahwa Organisasi merupakan setiap bentuk perserikatan untuk mencapai tujuan bersama. (Chester I. Barnard,1938) mengutarakan bahwa organisasi merupakan sistem kerjasama yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan oleh dua orang atau lebih. Karakteristik organisasi sendiri yaitu Sekumpulan orang yang terstruktur, Refleksi dari relasi interaksi antar anggota, alat untuk mencapai tujuan tertentu secara kolektif. Perspektif dalam organisasi sendiri ada pandanngan statis dan dinamis. Pandangan statisnya sebagai wadah dari sekumpulan individu. Sedangkan Pandangan dinamisnya sebagai bentuk interaksi interpersonal.

Administrasi yaitu ketatausahaan/tata usaha (clerical work) dalam arti luasnya merupakan konsep organisasi dan manajemen. Hakikatnya yaitu proses penyelenggaraan kerja yang dilakukan bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Disini juga dijelaskan perbedaan makna Efektif dan efisien. Yang mana efektif sendiri terkait dengan pencapaian tujuan serta kinerja dari proses pelaksanaan tugas. Sedangkan efisien terkait dengan perbandingan antara input dan output  (output harus lebih besar daripada input). Ilmu Administrasi merupakan Bidang disiplin yang mempelajari serangkaian proses manajemen level individu, kelompok & organisasi yang terlibat dalam pelaksanaan pencapaian tujuan, baik di sektor publik maupun sektor bisnis. Secara karakteristik ilmu administrasi lebih merujuk ke social humanity dan eksakto. Secara konten ilmu administrasi merujuk ke ilmu terapan dan ilmu murni. Fokus dan lokus Ilmu administrasi adalah sebagai berikut :

a)      Fokus : mencakup manajemen, leadership, pengambilan keputusan, Sumber daya manusia, human relations,  dan organisasi di seluruh bidang baik bisnis maupun publik.

b)      Lokus : bidang publik mencakup administrasi negara ( termasuk instansi pemerintah, lembaga legislatif, badan peradilan, BUMN/D). Untuk non pemerintah : yayasan, rumah sakit, CSO, dsb.

Manajemen dan administrasi bukanlah dua hal yang sama dan perbedaan kedua nya yaitu

a)      Administrasi : Ditujukan pada tujuan pokok dan kebijakannya, Proses penentuan tujuan dan pengarahan kebijakan umum ( general policies)

b)      Manajemen : Ditujukan pada pelaksanaan kebijakan/ kegiatan untuk mencapai tujuan, proses manajerial/pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam merealisasikan tujuan.

 

Secara konseptual keberadaan organisasi sudah dikenal mulai awal abad ke 18. Eksistensi konsep-kosep tersebut. Telah disusun rapi dan sistematis oleh para ahli sehingga memenuhi syarat untuk dikatakan sebagai teori organisasi.Yang mana mengalami tiga tahapan yaitu Teori Klasik, Teori Neo Klasik, dan Teori Modern.

Teori Klasik yang diprakarsai oleh Max Weber yang melahirkan Teori Birokrasi : Henry Fayol melalui buku nya “General & Industrial Management” serta Window Taylor melalui “Scientific management” Selain itu masih banyak tokoh lain seperti Luther Gurlick, Kynda Urwickpal. Para pakarnya memperkenalkan fungsi administrasi dan manajemen antara lain : POAC ( Planning, Organizing, Actuating, and Controlling) dari George R. Terry. POSDCORB ( Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating dan Budgeting) dari Luther Gurlick, POLC ( Planning, Organizing, Loading, Controlling ) dari Henry Fayol dan lain-lain.

Teori neo Klasik sendiri menitikberatkan pada human relation seperti Pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja. Manusia tidak boleh dianggap sebagai alat untuk kepentingan organisasi, tapi harus memperoleh atensi yang layak dan diperlakukan secara manusiawi. Melalui teori neo klasik ilmu-ilmu perilaku manusia mulai diperhatikan/pendekatan behavorial dari ilmu psikologi banyak diadaptasi ke dalam teori organisasi. Yang mana berkembang pendekatan baru yang disebut pendekatan keperilakuan yang dicetuskan oleh Hugo Munsterberg, Elton Mayo dan lainnya. Dan Teori Neo klasik sendiri merupakan teori murni, tetapi lebih ke penyempurnaan teori klasik.

Teori Modern sendiri berusaha memadukan kedua teori sebelumnya, karena asumsi dasar teori pertama dan kedua tidak diletakan pada posisi yang dikotonomis. Tetapi diletakkan secara sejajar dan saling melengkapi antara satu dengan yang lainnya. Salah satu tokohnya yaitu Chester Barnard. Yang memandang organisasi sebagai suatu sistem yang terbuka. Yang selalu berinteraksi dengan dua lingkungan secara simultan internal dan external environment. Dan untuk mendapatkan simbiosis mutualistik maka keduanya harus dikelola dengan tepat.

Kemudian dalam lingkungan organisasi pastinya terdapat suatu ketidakpastian lingkungan. Dimana suatu organisasi harus mengelola lingkungan yang ada baik secara internal maupun eksternal yang dapat mempengaruhi ataupun dipengaruhi oleh suatu organisasi. Menurut Jones Menurut Jones (1994), sumber ketidakpastian lingkungan berasal dari Kompleksitas, Dinamika lingkungan , Tingkat ketersediaan sumberdaya. Ketidakpastian lingkungan yang tinggi diidentifikasi sebagai faktor penting karena kondisi demikian dapat menyulitkan perencanaan dan pengendalian. Perencanaan menjadi bermasalah dalam situasi operasi yang tidak pasti karena tidak terprediksinya kejadian dimasa mendatang. Ini berarti bahwa semakin tinggi ketidakpastian lingkungan akan semakin menurunkan kinerja perusahaan.

Lingkungan organisasi memiliki dua sifat yaitu umum dan khusus. Lingkungan bersifat umum seperti keadaaan ekonomi global maupun nasional, keadaaan sosial politik budaya dan sebagainya. Lingkungan yang bersifat khusus yaitu lingkungan yang secara langsung mempengaruhi atau dipengaruhi oleh organisasi. Misalnya: pemasok (supplier), pelanggan (customer), pemerintah dan sebagainya.

Struktur organisasi membawa konsekuensi perubahan perilaku dan nilai karakteristik orang-orang yang ada di dalam struktur organisasi tersebut. Struktur organisasi adalah pengontrol perilaku. Perubahan terhadap struktur organisasi sudah pasti dimaksudkan sebagai upaya mengubah perilaku. Menurut (Jones, 2007) faktor struktur organisasi meliputi teknologi, Sumber Daya Manusia, strategi, dan lingkungan. Menurut (M. Ulum, 2016) struktur organisasi mengacu pada deskripsi lengkap yang memuat tentang pola pembagian kewenangan, tanggungjawab dan tugas maupun pola interaksi yang disusun secara hirarkis dan sistematis yang dapay dijadikan pedoman para anggota organisasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya demi tercapainya tujuan organisasi.

(Jones dan George 2007:243) mereka mengidentifikasi adanya 4 faktor yang mempengaruhi pemilihan struktur organisasi. Pertama yaitu lingkungan organisasi yang mana jika semakin cepat perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi/perusahaan, semakin besar ketidakpastian yang akan terjadi sehingga hal tersebut akan menyebabkan para manager menghadapi masalah yang lebih besar dalam memperoleh sumber daya organisasi yang terbatas.. Kedua adalah Strategi berdasarkan penelitian yang dilakukan Chandler pada tahun 1962 dimana ia dapat menunjukan bahwa organisasi kecil efektif jika menggunakan struktur sentralistik dan orgnasisasi besar cocok dengan struktur desentralistik jadi strategi organisasi menentukan bagaimana organisasi sebaiknya dibentuk. Ketiga teknologi semakin rumit teknologi itu maka diperlukan struktur organisasi yang fleksibel guna meningkatkan kemampuan pemimpin dalam memberikan respon terhadap situasi yang tidak diperkirakan dan mencari solusi baru. Keempat yaitu sumber daya manusia yang mana sifat antara pemimpin dan pengikut terdapat relasi yang sangat mempengaruhi struktur organisasi  

Dalam organisasi banyak faktor yang mempengaruhi seseorang untuk mencapai tujuannya, sedangkan jalannya organisasi dipengaruhi oleh perilaku banyak individu yang memiliki kepentingan masing-masing. Budaya organisasi sangat penting, karena merupakan kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam organisasi. Kebiasaan tersebut mengatur tentang norma-norma perilaku yang harus diikuti oleh para anggota organisasi, sehingga menghasilkan budaya yang produktif. Budaya yang produktif adalah budaya yang dapat menjadikan organisasi menjadi kuat dan tujuan organisasi dapat tercapai. Budaya Organisasi sendiri merupakan seperangkat kumpulan serta nilai dan norma yang diterapkan organisasi berhubungan dengan keadaannya.

 Karakteristik budaya menurut Deal & Kennedy ada 4 yaitu dengan filosofi yang disebarluaskan dari organisasi itu seperti mengutamakan layanan pelanggan. Kedua yaitu kepercayaan terkait minat anggota contohnya yaitu jam kerja yang fleksibeldan kebijakan manajemen yang terbuka. Ketiga yaitu adanya adanya figure tokoh panutan yang bisa diambil sisi positifnya. Keempat yaitu Ritual dan Ceremonial seperti briefing harian, rapat, serta evaluasi. Menurut levelnya, budaya organisasi dibagi menjadi dua. Yang pertama adalah budaya organisasi yang terlihat. Contohnya adalah tata karma berpakaian, symbol secara fisik (bendera, logo, lambing, dan lain lain), seremonial, letak atau desain kantor. Psikomotorik juga termasuk budaya organisasi yang terlihat. Lalu ada budaya organisasi yang tidak terlihat. Contohnya adalah persepsi, motivasi, makna, prestasi, kognitif dan afeksi.

Tingkat budaya organisasi ada dua yaitu, yang terlihat dan tidak terlihat. Yang terlihat contohnya seperti aturan berpakaian, simbol, upacara, dan aturan kantor. Budaya tak terlihat contohnya persepsi, kata motivasi, dan prestasi. Selain itu ada  dua faktor penentu budaya organisasi. Yang pertama adalah pengalaman berorganisasi yang akan menciptakan kepastian dalam budaya organisasi, dan bisa dikatakan bahwa kesuksesan atau kegagalan sebuah aktivitas organisasi bisa bergantung pada hal tersebut. Faktor selanjutnya adalah prinsip, norma, kepercayaan, keyakinan yang berlaku. Untuk memasukan budaya dalam organisasi ada banyak cara yang bisa digunakan seperti menggunakan filosofi, visi misi, menggunakan motto, melalui program pendidikan dan pelatihan dan lain-lain.

 

Daftar Pustaka

Ulum, M. C. (2016). Perilaku Organisasi: Menuju Orientasi Pemberdayaan. UB Press.

Sunarno (2019). Pengantar Studi Organisasi dan Manajemen. LSHI Press.

Sri S. (2008). Perspektif Struktur Organisasi ( Tinjauan Sebagai Pengubah Perilaku ) . Jurnal Pendidikan Akuntansi IndonesiaVol. VI No. 1 hal. 63-74

M. Kurniawan (2013). Pengaruh Komitmen Organisasi, Budaya Organisasi, Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Organisasi Publik (Studi Empiris pada SKPD Pemerintah Kabupaten KerinciJurnal Pendidikan Akuntansi IndonesiaVol 1 No. 3

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UAS Pengantar Studi Organisasi

Pentingnya Kerja Sama dan Tata Kelola yang Baik dalam Pelaksanaan Pelayanan Publik