UAS Pengantar Studi Organisasi
Peran Pengembangan Organisasi Demi Mewujudkan Strategi Kinerja Efektif Dalam Organisasi Sektor Publik
Nama : Rendy
Satria Aji Permana
NIM :
225030101111004
Kelas :
D
Dalam Era kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang
semakin pesat ini pastinya dihadapkan oleh berbagai masalah yang baru dan juga
beragam jenisnya. Maka dari itu salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh
organisasi sektor publik adalah dengan melakukan pengembangan Organisasi.
Karena pengembangan tersebut merupakan tanggapan pasti akan adanya masalah yang
terjadi dalam suatu organisasi baik secara langsung maupun secara perlahan.
Sebenarnya ada beberapa definisi pengembangan organisasi
menurut para ahli. Jadi definisi menurut Rivai (2003:460), pengembangan
organisasi dinyatakan sebagai aplikasi ilmu pengetahuan perilaku yang
sistematis pada berbagai tingkatan organisasi, untuk membuat suatu perubahan. Menurut
Porras & Robertson (1992: 722), Pengembangan Organisasi adalah serangkaian
perilaku berbasis teori ilmu pengetahuan, nilai-nilai, strategi, dan teknik
untuk perubahan terencana dalam pengaturan kerja organisasi yang bertujuan
meningkatkan pengembangan individu dan meningkatkan kinerja organisasi, melalui
perubahan perilaku (kerja) anggota organisasi.
Tujuan adanya pengembangan organisasi sendiri yaitu
berupaya meningkatkan prestasi organisasi, memudahkan pemecahan masalah,
mengurangi adanya tantangan yang bersifat merusak, dan memelihara kerjasama
diantara individu maupun kelompok dalam pekerjaan pengembangan organisasi
dengan melibatkan sentimen, emosi, harapan, kreatifitas dan inovasi.
Pengembangan
organisasi sendiri memiliki karakteristik misalnya harus sejalan dengan tujuan
organisasi, berakar dalam ilmu perilaku, bersifat jangka panjang dan
berkelanjutan, menekankan orientasi proses untuk mencapai hasil, didasarkan
pada kolaborasi, dan berorientasi pada sistem. Adapun sasaran pengembangan
organisasi yang dituju yaitu perubahan sikap atau nilai, memodifikasi perilaku,
menginduksi perubahan dalam struktur dan kebijakan.
Untuk menyambungkan ketiga aspek dalam perubahan
organisasi diperlukan pengembangan kepemimpinan organisasi. kepemimpinan
merupakan suatu kapasitas untuk melakukan suatu perubahan. Kepemimpinan identik
dengan bagaimana memengaruhi orang untuk melakukan suatu perilaku sesuai dengan
keinginan pimpinan. Berdasarkan asumsi tersebut, perubahan organisasi tidak
akan berjalan dengan baik jika kepemimpinan dalam organisasi tidak melakukan
adaptabilitas terhadap lingkungan strategis organisasi.
Menurut Nadler dan
Tushman sebagaimana dikutip oleh Harris dan Hartman dalam Cepi mengungkapkan
ada dua jenis umum aktivitas kepemimpinan yang penting dalam proses perubahan,
yaitu kepemimpinan karismatik dan kepemimpinan instrumental. Kepemimpinan
karismatik berkonsentrasi untuk membawa perubahan nilai, tujuan, kebutuhan, dan
aspirasi orang-orang yang terlibat dalam perubahan. Sedangkan Kepemimpinan
Instrumental memungkinkan orang melakukan hal-hal yang diharapkan mereka
lakukan. Kegiatan yang terlibat meliputi membangun (menyusun) tim individu
untuk bekerja sama, mengembangkan dan mengkomunikasikan harapan sasaran, dan
mengelola penghargaan dan hukuman sehingga individu melihat bahwa perubahan itu
bermanfaat bagi diri mereka dan organisasi.
Menurut Daft &
Marcic (2007: 313) adapun tahapan-tahapan pengembangan dalam organisasi yang
terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap penyadaran (unfreezing step) yang mana
pada tahap ini seluruh SDM dalam organisasi digugah kesadaran mereka akan
adanya permasalahan yang membutuhkan perubahan perilaku. Kedua yaitu tahap perubahan
(changing step): pada tahap ini sumber daya manusia yang ada dalam suatu
organisasi melakukan tindakan/ perilaku baru sambil belajar memperoleh keahlan
yang baru sesuai dengan tuntutan perubahan yang diinginkan organisasi. tahap peneguhan
(refreezing stage) pada tahap ini, nilai, sikap, dan peirlaku yang baru
dievaluasi dalam kaitannya dengan peningkatan kinerja masing-masing sumber daya
manusia organisasi. Nilai, sikap, dan perilaku yang memiliki kontribusi positif
bagi perusahaan dilakukan peneguhan oleh organisasi melalui pemberian imbalan.
Menurut Rivai (2003: 462-463) ada juga langkah-langkah
dalam pengembangan organisasi. Yang pertama adalah diagnosis awal, yang
biasanya konsultan akan menemui manajemen puncak untuk menentukan hakikat
permasalahan organisasi, untuk melakukan pendekatan pengembangan organisasi
yang dianggap akan berhasil, dan untuk meyakinkan adanya dukungan penuh dari
pihak manajemen. Kedua adalah pengumpulan data yang dilakukan melalui survei
guna menentukan permasalahan perilaku dan suasana organisasi. Ketiga yaitu
umpan balik data dan konfrontasi, dimana kelompok kerja ditunjuk untuk me-review
data yang dikumpulkan, untuk melakukan mediasi ketidakcocokan dan menentukan
prioritas perubahan.
Keempat
yaitu tindak perencanaan dan pemecahan masalah, yang mana kelompok menggunakan
data untuk mengembangkan rekomendasi khusus demi perubahan. Kelima adalah
menggunakan intervensi, yang dapat difokuskan pada individu, tim, maupun
organisasi secara keseluruhan. Keenam adalah evaluasi dan tindak lanjut, dimana
konsultan akan membantu organisasi untuk mengevaluasi upaya pengembangan
organisasi dan mengembangkan program tambahan yang diperlukan.
Adapun upaya strategi efektif yang
dapat dilakukan dalam melakukan pemecahan masalah dalam organisasi. Lawler
mengungkapkan bahwa strategi pengembangan organisasi yang bagus adalah strategi
yang dapat menyesuaikan empat poin, yaitu misi organisasi, kompetensi pegawai,
kapasitas pegawai, dan lingkungan organisasi.
Misi organisasi dapat dikatakan suatu
proses atau tahapan yang seharusnya dilalui oleh suatu lembaga atau instansi
atau organisasi dengan tujuan bisa mencapai visi dalam organisasi tersebut. Untuk
kompentensi pegawai yang berguna seperti pemecahan masalah, berpikir kritis,
literasi digital guna beradaptasi dengan perkembangan teknologi, analisis data,
keterampilan sosial dan komunikasi, kecerdasan emosional serta dapat
berdedikasi dan loyal. Kemudian pengembangan kapasitas pegawai yang dapat
diartikan sebagai proses meningkatkan pengetahuan, ketrampilan soft skill,
serta sikap dan perilaku. Ketika ketiga strategi diatas telah terlaksana maka
lingkungan organisasi akan mendapatkan pengaruh yang mana akan dapat berjalan
dengan baik.
Pelaksanaan pengembangan organisasi
tidak serta merta dilakukan begitu saja, namun terdapat tahapan serta
langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan agar dapat berjalan
dengan baik. Dan juga dengan penerapan nilai-nilai, ide dan gagasan-gagasan baru yang
lebih signifikan. Dimana akan berdampak pada organisasi yang semakin berkembang kearah yang maju dan positif. Serta perlu juga upaya menjalankan strategi agar usaha dalam pengembangan
organisasi semakin sempurna.
Daftar Pustaka :
Ulum C. 2016, Perilaku organisasi
menuju organisasi pemberdayaan, Universitas Brawijaya press (UB Press),
Malang.
Singgih Aji Purnomo, “ PENGEMBANGAN ORGANISASI
DAN ORGANISASI YANG SEHAT: KREATIFITAS, STRATEGI SERTA TANTANGAN SEKOLAH” , STIT
Muslim Asia Afrika, Volume 1 (2), 2019
Andi Samsu Alam, Ashar Prawitno,”
Pengembangan Kapasitas Organisasi dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Dinas
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bone”, Government: Jurnal Ilmu Pemerintahan
Volume 8, Nomor 2, Juli 2015 (93-104)
Komentar
Posting Komentar